Kue Lapis ialah salah satu jajanan kue basah tradisional yang telah memasyarakat. Seingat saya masa-masa kecil, makanan satu ini menjadi di antara menu bingkisan oleh2 sesudah orang tua saya menghadiri acara selamatan, kendurian atau acara hajatan pengantin dll. Salah satu jajanan yang tidak jarang sekali diciptakan oleh nenek saya di samping nagasari dan dadar gulung. Terus cerah saya sampai jenuh bin mblenger ;-) Sekarang sesudah hidup jauh di rantau ketika tak terdapat lagi acara kendurian, kangen pun sama kue basah tradisional ini ;-).
Sebenarnya tak terdapat resep standar untuk menciptakan Kue Lapis, bahanpun bisa kamu variasi cocok selera dan ketersediaan. Kue Lapis dapat dibuat dari tepung ketan, tepung kanji, tepung beras bahkan tepung terigu. Umumnya bahan adalahmix-match atau campuran keduanya. Biasanya adonaan kue lapis ialah gabungan dari jenis tepung yang netral (beras, terigu) dipadu dengan tepung perekat yang kenyal (ketan, kanji).
Jadi kamu bisa menciptakan paduan tepung ketan + beras/terigu atau tepung kanji + beras/terigu. Bisa pun murni tepung ketan, murni tepung beras, murni tepung terigu, murni tepung kanji. Terserah selera inginkan yang paling kenyal atau yang lunak. Tapi yang jelas tidak boleh memadukan tepung ketan dengan tepung kanji. Nanti hasilnya laksana Lapis Karet yang sulit dimakan ;-)
Banyak resep Kue Lapis dari sekian banyak referensi dan saya yakin semuanya enak. Resep yang saya posting ini resep khas ndeso produksi nenek saya yang harganya murah, sebab memang tepung kanji lebih murah daripada tepung ketan.
Tip: Pastikan kamu punya masa-masa yang cukup, sebab membuat Kue Lapis perlu kesabaran dan masa-masa yang panjang guna mengukus dan menantikan lapis demi lapis. Dan semakin encer adonan, semakin lama masa-masa pembuatan. Menyantapnya memang enak tapi guna membuatnya kamu harus siap menjadi budak kompor ;-)
Bahan:
300 gr tepung beras yang baru (pakai sediaan tepung jadi andai tak ada)
100 gr tepung tapioka/kanji/sagu tani
1000 ml santan sedang (bisa diganti dengan 400 santan kental dibaur dengan 600 ml air)
300 gr gula pasir
1 sdt garam
2 lbr daun pandan, potong2 atau ikat
4 eksemplar daun jeruk purut, buang tulangnya
Pewarna merahsecukupnya
Pewarna hijausecukupnya
Cara Membuat:
Letakkan daun pandan dan daun jeruk purut ke dalam panci, tuangkan santan.
Masak dengan api sedang sampai mendidih, aduk sekali-kali agar santan tidak pecah.
Buang daun pandan dan daun jeruk purut. Biarkan sampai benar2 dingin.
Masukkan tepung beras, tepung kanji dan gula pasir dalam wadah atau mangkok yang agak besar.
Tuangi santan tidak banyak demi sedikit seraya diaduk sampai menjadi adonan yang halus dan rata.
Beri garam, aduk rata lantas cicipi. Jika butuh tambahkan gula atau garam cocok selera.
Bagi adonan ke dalam 3 wadah atau gelas pengukur.
Beri 1 unsur warna merah, 1 unsur warna hijau dan 1 unsur biarkan putih.
Siapkan loyang atau wadah plastik tahan panas dengan ukuran minimum 18x18x8cm, olesi masing-masing dindingnya dengan minyak sayur.
(Alasi unsur bawah dengan plastik agar lapis lebih gampang dilepas atau menangkal goresan bila kamu mengiris langsung dari loyang).
Panaskan air cukup tidak sedikit dalam panci yang lumayan besar atau dandang pengukus sampai mendidih dan menerbitkan uap.
Taruh loyang atau wadah plastik yang telah disiapkan sebelumnya dalam panci pengukus.
Tuang 100 ml adonan berwarna merah, tutup panci, kukus sekitar 10 menit.
Tuang di atasnya adonan berwarna putih, kukus sekitar 10 menit, kemudian dibuntuti adonan berwarna hijau.
Lakukan tahapan yang sama berulang-ulang hingga adonan habis.
(Anda juga dapat memakai ukuran sendok sayur atau ukuran beda yang urgen jumlahnya sama untuk masing-masing lapisan).
Terakhir sesudah bagian sangat atas padat, kukus lagi sekitar 15 menit. Angkat dan dinginkan.
Keluarkan dari loyang atau wadah plastik, potong2 cocok selera.
Catatan Tambahan:
Kalau satu resep kebanyakan, silahkan gunakan takaran separuh resep saja, eksklusif untuk kamu yang hendak mencoba guna kesatu kali atau tak punya tidak sedikit waktu.
Kalau tidak suka bahan pewarna, untuk adonan menjadi 2, beri 1 adonan dengan 30 gr/2 sdm munjung coklat bubuk. Hilangkan daun jeruk, gunakan daun pandan saja.
Proses mengukus mengakibatkan air menguap lebih cepat. Periksa dan tambahkan air mendidih secukupnya andai jumlahnya mulai menyusut.
Kalau kamu malas menuang berkali-kali ya silahkan tuang larutan agak banyak, namun proses pengukusan tiap lapisan menjadi lebih lama. Jumlah lapisan berkurang namun bisa kamu tinggal untuk kegiatan lain ;-)

